WEKA

 

 

untitled

Wilayah kewenangan KPPBC TMP C Ternate yaitu meliputi wilayah Provinsi Maluku Utara yang sebagian besar merupakan kepulauan dan perairan yang terdiri dari 8 (delapan) Kabupaten dan 2 (dua) Kotamadya yaitu Kabupaten Halmahera Barat, Kabupaten Halmahera Timur, Kabupaten Halmahera Tengah, Kabupaten Halmahera Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Kabupaten Pulau Sula, Kabupaten Taliabu, Kotamadya Ternate, dan Kotamadya Tidore Kepulauan.

Provinsi Maluku Utara yang sebagian besar wilayahnya berupa laut, memiliki 395 buah pulau terdiri dari 64 buah berpenghuni dan 331 buah tidak berpenghuni. Pulau yang tergolong besar antara lain Pulau Halmahera (18.000 Km2) dan pulau-pulau yang ukurannya relative sedang yaitu Pulau Obi (3.900 Km2) dan Pulau Taliabu (3.195 Km2), Pulau Bacan (2.878 Km2) dan Pulau Morotai (2.325 Km2). Pulau-pulau yang relative kecil antara lain Pulau Ternate, Tidore, Makian, Kayoa, Gebe dan sebagainya.

Wilayah daratan dan perairan Maluku Utara memiliki potensi sumber daya alam yan gcukup menjanjikan, seperti perikanan, pertambangan (emas, perak dan nikel), perkebunan dan pariwisata maupun potensi lainnya, sehingga memancing pengusaha asing untuk berinvestasi. Potensi pertambangan, adanya aturan hilirisasi barang hasil pertambangan, memaksa para investor untuk membangun smelter sehingga jumlah impor barang pendukung pembangunan smelter jadi meningkat. Hal tersebut membutuhkan peningkatan fungsi pengawasan dari Bea dan Cukai, apalagi mengingat lokasi yang sangat jauh dari Kantor Bea dan Cukai, sangat memungkinkan pengusaha tersebut melakukan ekspor tanpa mengindahakn peraturan yang berlaku. Pengguna jasa/Perusahaan yang dilayani berada di luar Kota Ternate dan sebagian besar adalah perusahaan eksplorasi tambang antara lain : nikel, pasir besi, mangan, ikan dan eksportir kopra.