WEKA

Tugas Pokok

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan, penegakan hukum, pelayanan dan optimalisasi penerimaan negara di bidang kepabeanan dan cukai sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan.

Fungsi :

  1. Perumusan kebijakan di bidang penegakan hukum, pelayanan dan pengawasan, optimalisasi penerimaan negara di bidang kepabeanan dan cukai;
  2. Pelaksanaan kebijakan · di bidang pengawasan, penegakan hukum, pelayanan dan optimalisasi penerimaan negara di bidang kepabeanan dan cukai;
  3. Penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang pengawasan, penegakan hukum, pelayanan dan optimalisasi penerimaan negara di bidang kepabeanan dan cukai;
  4. Pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang pengawasan, penegakan hukum, pelayanan dan optimalisasi penerimaan negara di bidang kepabeanan dan cukai;
  5. Pelaksanaan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang pengawasan, penegakan hukum, pelayanan dan optimalisasi penerimaan negara di bidang kepabeanan dan cukai;
  6. Pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai; dan
  7. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri Keuangan.

FUNGSI UTAMA DJBC :

1. Revenue Collector

Memungut penerimaan negara dalam rangka:

  • Mengoptimalkan penerimaan negara melalui penerimaan Bea Masuk, Bea Keluar, Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI), Cukai, dan PPH hasil Tembakau
  • Mencegah terjadinya kebocoran penerimaan Negara

2. Community Protector

Sebagai aparatur pengawasan lalu lintas barang dalam rangka melindungi kepentingan masyarakat melalui upaya-upaya:

  • Pencegahan thd masuknya barang-barang yang membahayakan keamanan negara;
  • Pencegahan barang-barang yang merusak kesehatan dan meresahkan masyarakat;
  • Perlindungan masyarakat thd masuknya barang yang tidak memenuhi standar.

3. Trade Facilitator :

Memberikan fasilitasi perdagangan melalui berbagai upaya strategis, dengan tujuan untuk:

  • Meningkatkan kelancaran arus barang dan perdagangan
  • Menekan ekonomi biaya tinggi
  • Menciptakan iklim perdagangan yang kondusif
  • Mencegah terjadinya perdagangan ilegal

4. Industrial Assistance

Mampu memberikan dukungan kepada industri dalam negeri dalam rangka:

  • Melindungi industri dalam negeri dari masuknya barang-barang secara ilegal
  • Membantu meningkatkan daya saing industri dalam negeri
  • Mendukung peningkatan daya saing produk ekspor