WEKA
Tahun Lalu Freeport Setor Bea Keluar Rp 1,23 T, Newmont Rp 1,25 T
January 13, 2017
Undangan Kegiatan Lokakarya Hari Bakti Perbendaharaan & FGD Spending Review Tahun 2017 dengan tema “Meningkatkan Peran Direktorat Jenderal Perbendaharaan Sebagai Katalisator Modernisasi dan Reformasi Birokrasi”
January 17, 2017
Tampilkan semua

Tips Menjadi Solopreneur Sukses

f8d2ce9f-d6c2-455e-9825-7106dcd87a47_169
Jakarta – Menjadi seorang pengusaha tidaklah mudah. Terlebih bagi seseorang yang baru pada tahap belajar memulai usaha, belum memiliki pengalaman dalam berbisnis dengan pengetahuan marketing yang kurang memadai.

Menjadi solopreneur berarti menjadi bos bagi dirinya sendiri, meskipun saat ini Anda masih berstatus sebagai seorang karyawan. Ada banyak hal yang harus Anda pelajari dan pertimbangkan sebelum pada akhirnya memutuskan untuk menjadi solopreneur sepenuhnya, yaitu:

1. Mempersiapkan business plan yang spesifik
Di mana Anda dapat menuangkan seluruh ide yang disusun menjadi sebuah rencana dan tujuan yang rapi. Menentukan visi dan misi dalam membangun usaha agar apa yang menjadi tujuan Anda sebagai solopreneur dapat terpenuhi. Selain itu apa yang Anda kerjakan dalam menjalankan bisnis dan lebih terarah.

2. Terus belajar untuk mengembangkan diri
Semua orang-orang sukses di dunia meraih keberhasilannya dengan cara terus belajar dan mau mengembangkan diri. Anda bisa belajar melalui orang-orang yang terlebih dahulu menjalankan bisnis, memperluas jaringan demi mendapatkan sumber bertukar pengalaman sebanyak mungkin.

3. Manajemen waktu
Manajemen waktu sangat penting dalam mengerjakan pekerjaan bisnis. Menggunakan waktu secara seefisien dan seefektif mungkin dengan mengerjakan hal-hal yang penting, sehingga Anda dapat membagi waktu antara pekerjaan dan bisnis yang dikerjakan.

4. Pastikan Anda memiliki persediaan finansial atau tabungan
Persediaan finansial dan tabungan haruslah mencukupi sehingga dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan bisnis dan kebutuhan pribadi atau keluarga. Jangan sampai uang untuk bisnis dan kebutuhan keluarga tercampur, sebaiknya dipisahkan dalam tabungan berbeda.

5. Membagi pekerjaan dengan orang lain yang berpengalaman
Jika bisnis Anda masih baru dan anggaran masih terbatas, Anda tidak perlu merekrut karyawan. Melainkan Anda bisa hire tenaga freelance untuk membantu pekerjaan Anda di saat-saat tertentu. Saat ini sudah banyak penyedia jasa freelance untuk berbagai bidang.

6. Fokus pada pengembangan usaha
Lakukan survei atau amati perilaku konsumen yang ada di pasar bisnis Anda untuk mendapatkan informasi apa yang dibutuhkan konsumen. Kemudian dari hasil survei tersebut Anda dapat mengembangkan bisnis yang Anda jalankan sehingga dapat berkembang dan meraih kesuksesan.

Menjadi seorang solopreneur mendapat keleluasaan untuk mengelola waktu, mendapatkan pendapatan yang lebih serta memiliki jaringan yang luas. Yang harus selalu Anda ingat adalah baik kehidupan pribadi, profesional, bisnis, dan keluarga harus dapat berjalan sejalan.

Hasil Intisari Pemikiran Dan Praktik Saya Selama 20 Tahun. Dari Biasa Saja Menjadi Hingga DAHSYAT.

Ikuti Pelatihan 12 Ilmu Penting Dalam Kehidupan “University Of Life” senilai Rp 997.000. Program Khusus Dan Gratis Hanya Untuk Pembaca detikFinance Hari Ini, Terbatas Untuk 100 Orang Pedaftar Pertama. Klik di Sini Untuk Daftar Sekarang! (wdl/wdl)

No announcement available or all announcement expired.