WEKA
Jokowi Keluarkan Aturan Baru Tambang, Ini Tanggapan Freeport
January 13, 2017
Tips Menjadi Solopreneur Sukses
January 13, 2017
Tampilkan semua

Tahun Lalu Freeport Setor Bea Keluar Rp 1,23 T, Newmont Rp 1,25 T

48fc5282-e8d9-4f91-9a2c-1d9f7d2bbc5b_169
Jakarta – PT Freeport Indonesia dan Newmont Nusa Tenggara (sekarang PT Amman Mineral Nusa Tenggara) menyetor bea keluar konsentrat hampir Rp 2,5 triliun, tepatnya sebesar Rp 2,48 triliun triliun di 2016. Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Heru Pambudi, merinci setoran bea keluar kedua perusahaan tambang itu.

“Jadi untuk bea keluar 2016, dari Freeport total Rp 1,23 triliun. Sedangkan untuk Newmont Rp 1,25 triliun,” ujar Heru di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (12/1/2017)

Heru menambahkan, Kementerian Keuangan akan berkoordinasi dengan Kementerian ESDM terkait penerapan bea keluar ekspor konsentrat mineral tambang. Hal itu berlaku bagi perusahaan yang memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) dan berkomitmen membangun smelter.

Terkait dengan besaran bea keluar yang akan dikenakan, Menteri ESDM Ignasius Jonan menyebut akan mengenakan bea keluar maksimal sebesar 10%. Namun, Kemenkeu mengaku akan berkoordinasi untuk mendiskusikan besaran bea keluar yang akan berlaku.

“Iya saya dengar itu. Nanti kita coba rapatkan dengan ini (Kementerian ESDM),” kata Heru.

Sementara itu, terkait ekspor konsentrat untuk pemegang Kontrak Karya (KK), Kemenkeu akan mengikuti aturan pemerintah. Hal itu karena hari ini merupakan batas akhir berlakunya kelonggaran ekspor konsentrat bagi pemegang KK.

“Kan hari ini terakhir, tentunya nanti kita akan tindak lanjuti keputusan pemerintah dan operasional akan kita umumkan mekanisme selanjutnya bagaimana terkait tarif,” ujar Heru. (hns/hns)

No announcement available or all announcement expired.