WEKA
Harga Emas Antam Turun Rp 3.000/Gram
October 27, 2016
Penerimaan Negara dari Tax Amnesty Capai Rp 627 M Dalam 26 Hari
October 27, 2016
Tampilkan semua

Sri Mulyani Bakal Putus Tali Kemiskinan Agar Tidak Diwariskan ke Anak

df30eeba-223c-4a9f-a825-e60cb8ebfeb5_169

Jakarta – Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menyadari beratnya menurunkan angka kemiskinan sampai ke posisi 10%. Level tersebut dianggap sudah terlalu dalam, sehingga memang dibutuhkan upaya yang sangat keras.

“Target kemiskinan di bawah 10% itu usaha besar, karena itu kelompok terdalam,” ungkap Sri Mulyani, dalam jumpa pers di Gedung Djuanda, Kemenkeu, Jakarta, Kamis (27/10/2016).

Penanganan kemiskinan tidak bisa hanya dengan satu kali kebijakan, namun berkelanjutan. Sasaran pemerintah sekarang adalah pemotongan tali kemiskinan antara orang tua ke anak. Untuk itu fokusnya adalah dari sisi pendidikan dan kesehatan.

“Kebijakan pengentasan kemiskinan harus sifatnya sustainable (berkelanjutan), agar kemiskinan itu tidak diwariskan oleh orang tua ke anaknya. Tali kemiskinan itu harus bisa diputus,” terangnya.

Belanja pemerintah menjadi yang utama, seperti dari subsidi. Akan tetapi lebih penting lagi bila pemerintah daerah mengeluarkan kebijakan yang lebih progresif, sebab kemiskinan sangat bergantung terhadap daerah.

“Fungsi peranan Pemda dalam memberi pelayanan dasar sangat penting. Ini jadi tantangan karena sifatnya didelegasikan, banyak fungsi pengentasan kemiskinan, tidak hanya melalui K/L (Kementerian/Lembaga) tapi juga Pemda yang setiap hari berhadapan dengan masyarakat miskin itu sendiri,” paparnya.

Terkait dengan pengangguran, pemerintah harus berupaya untuk meningkatkan kemampuan dari tenaga kerja. Ini dikarenakan pemanfaatan teknologi lebih besar untuk industri.

“Pengangguran itu kasus pelik di dunia. Ini karena ada perubahan manufaktur, di mana teknologi kurangi value change sehingga kesempatan kerja dari manufaktur jadi makin sulit,” ujarnya.

“Indonesia punya kapasitas tapi dalam hal ini butuh kebijakan di sektor ketenagakerjaan dan juga perbaiki ease of doing bussines itu hal yang sangat penting untuk ciptakan kesempatan kerja melalui investasi,” pungkasnya. (mkl/wdl)

No announcement available or all announcement expired.