WEKA
Bea dan Cukai Ternate Menghadiri Focus Group Discussion “Identifikasi Faktor Daya Saing Ekspor Komoditas Perikanan”
November 12, 2018
Customs Visit Customer
November 25, 2019
Tampilkan semua

Rebranding Klinik Ekspor

               Bea Cukai Ternate tak henti-hentinya memperkenalkan inovasi bagi para stakeholdernya. Kali ini, Kepala Kantor Bea Cukai Ternate, Musafak, dalam pidatonya, mengutarakan sebuah usaha terbarunya terkait upaya intensifikasi dan ekstensifikasi kegiatan ekspor di wilayah kerjanya. Kendala-kendala seperti kurang tahunya calon eksportir perihal ketentuan ekspor, juga birokrasi yang dinilai masih kurang luwes, contact center yang masih belum diketahui, menjadi batu-batu sandungan kecil bagi para calon eksportir untuk percaya diri melakukan ekspor sendiri. Untuk mengatasi hal itu, Bea Cukai Ternate menyediakan Klinik Ekspor sebagai sarana untuk mengatasi kendala-kendala tersebut.

               Pada kesempatan ini pula, Musafak memperkenalkan empat “dokter bea cukai” yang merupakan para pegawai Bea Cukai Ternate, yang intinya mereka akan mampu memberikan jalan keluar terhadap masalah atau kendala yang dihadapi oleh para pengguna jasa, baik yang sudah atau bagi yang baru akan melakukan kegiatan ekspor. Dengan berpenampilan menarik, serta kemampuan berkomunikasi yang lebih asik sehingga tidak menimbulkan rasa bosan adalah hal yang ditekankan wajib dimiliki oleh para “dokter” sehingga membuat stakeholder lebih nyaman dalam berkonsultasi. Mengenakan pakaian putih layaknya dokter sungguhan, dengan balutan nuansa bea cukai melalui lambang yang tertera pada seragamnya, menjadi nilai tambah tersendiri bagi para “dokter” ini. Ruangan kerja mereka pun didesain sedemikian rupa, agar stakeholder merasa lebih nyaman dan tak sungkan dalam menjelaskan kendala yang dihadapi atau masalah mereka.

               Acara yang dilaksanakan pada 12/09/2019 ini mendapat apresiasi dari Finari Manan selaku Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Maluku. “Mungkin ini menjadi kantor pertama kali ya, yang menerapkan sistem seperti ini, saya salut” ujarnya. Klinik ekspor sendiri beroperasi 24 jam untuk melayani stakeholder.

               Besar harapan, dengan hadirnya Klinik Ekspor ini, kegiatan ekspor langsung dari wilayah Maluku Utara pada umumnya, dan dari Kota Ternate khususnya, kedepannya akan semakin meningkat sehingga mampu mendorong perkembangan ekonomi di propinsi yang juga dikenal sebagai propinsi penghasil rempah, Moloku Kie Raha

No announcement available or all announcement expired.