WEKA
Bea Cukai Masih Tunggu Keputusan Soal Ekspor Konsentrat
January 10, 2017
Perusahaan Rokok Diberi Waktu Sebulan Pasang Pita Cukai Baru
January 11, 2017
Tampilkan semua

Pahami Mengapa Gratifikasi Dilarang di Kantor Kita

ilustrasi-anti-korupsi
Oleh: Muhammad Sigit, Ak., M.B.A.
(Direktur Audit Kepabeanan dan Cukai DJBC)

Kita semua tentunya sudah tau apa itu gratifikasi. Gratifikasi dalam arti luas bermakna pemberian. Sehingga pasti semua orang pernah menerima gratifikasi. Namun, ada gratifikasi yang dilarang, yaitu yang berhubungan dengan jabatan.

Untuk memahami apakah gratifikasi yang diterima berhubungan dengan jabatan atau tidak, kita bisa mengajukan pertanyaan, “Apakah jika saya bukan pegawai Bea Cukai dia tetap memberikan ini kepada saya?”

Sebagai catatan kecil pengecualian, ada gratifikasi yang berkaitan dengan jabatan, tapi diijinkan. Contohnya jika kita -misalnya- diundang untuk menghadiri suatu agenda ke luar negeri, biaya akomodasi ditanggung oleh pihak penyelenggara, ada Surat Tugas, tidak melawan/ melanggar tugas dan fungsi jabatan dan negara tidak mengeluarkan APBN atas perjalanan kita, maka itu diijinkan. Tapi, jika dikhawatirkan kelak dikemudian hari terjadi conflict of interest, lebih baik gratifikasi -yang diijinkan tadi- ditolak, lebih baik kita berangkat dengan biaya sendiri (biaya kantor).

Adakalanya suatu ketika seseorang terpaksa tidak bisa menolak gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan. Maka langkahnya, sesuai peraturan perundangan, segera laporkan gratifikasi yang tadi diterima kepada KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) dalam jangka waktu paling lama 30 hari sejak diterima. Dalam hal ini kantpr kita (Ditjen Bea dan Cukai) telah memfasilitasi dengan membentuk UPG (Unit Pengendali Gratifikasi) yang berada di bawah Direktorat KI (Kepatuhan Internal). Sebagian orang mungkin enggan datang atau berhubungan dengan KPK, maka ketika dia menerima gratifikasi yang berkaitan dengan jabatan, ia boleh melaporkannya kepada UPG Ditjen Bea dan Cukai.

Ada orang-orang yang malas mengaji dengan alasan takut mengetahui ilmu soal gratifikasi. Kalau sudah tau ilmunya kemudian menerima gratifikasi kan tidak baik. Maka sekarang, pada kesempatan ini, saya sudah memberi tau, sehingga mulai sekarang sudah tau ilmunya dan harus bisa menolak gratifikasi (yang berkaitan dengan jabatan/ tugas).

(hadirin tertawa, he he he)

_____________________

Disampaikan oleh Bapak Muhammad Sigit selaku Direktur Audit Kepabeanan dan Cukai dalam acara Pisah Sambut Pejabat Direktorat Audit KC di Audit Convention Hall, KP DJBC, 4 Mei 2016

Notulen narasi dibuat oleh Shiddiq Gandhi.

No announcement available or all announcement expired.