WEKA
Bea Cukai dan DKP Sepakat Bangkitkan Ekspor Langsung Produk Perikanan Malut
January 20, 2017
Pengawasan Barang Bekas yang Masuk di Ternate
January 30, 2017
Tampilkan semua

INVESTASI JEPANG DI MOROTAI MEMPERMUDAH EKSPOR

soma

TERNATE– PM, Investasi Jepang di Morotai merupakan peluang untuk mempermudah eksport langsung keluar negeri karena dengan adanya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sudah pasti semua ekspor bisa melalui Morotai.
Hal tersebut dikemukakan oleh Kepala Seksi Kepatuhan Internal, Penyuluhan dan Layanan Informasi Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai TMP C Ternate, Soma Baskoro, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (26/1). Ia menjelaskan investasi Jepang di Morotai merupakan pintu utama dalam mempermudah jalur ekspor dengan bebas pajak, dan lebih memudahkan pelaksanaan ekspor di Malut.
“Konsep KEK itu merupakan grand design Nawacitanya Presiden Joko Widodo, bahwa ada sentra kawasan tertentu untuk pusat industri dan pusat ekonomi suatu provinsi. Jadi KEK terdapat beberapa titik di Indonesia. Salah satu yang terbesar berada di Maluku Utara yaitu Morotai, karena Morotai merupakan tempat yang strategis berada pada perbatasan Pasifik,” jelasnya.
Soma mengaku konsep kawasan ekonomi khusus ini untuk mengolah bahan impor demi mendapatkan fasilitas pembebasan bea masuk pajak dalam rangka impor. Insentif pajak dalam negeri tidak dipungut dalam rangka proses manufaktur barang-barang tujuan ekspor. Dengan begitu KEK dan hadirnya investasi Jepang di Morotai, sangat mendukung pertumbuhan ekonomi Maluku Utara, dan lebih memudahkan Malut khususnya ekspor maupun impor, karena pelaksanaan ekspor-impor bisa dilakukan secara langsung.
Ia menambahkan, dengan adanya kerjasama Jepang dengan Morotai, guna mengkompilasikan sektor-sektor industry dengan maksud mengkompilasikan sector-sektor industry dengan maksud menampung UKM, terutama hasil produksi barang tambang yang mempunya kontribusi terhadap penerimaan Negara dan juga mendapatkan devisa dari ekspor.
Jika investasi kerja sama antar Jepang-Morotai berjalan sudah pasti ekspor melalui Morotai. “Akan disentralkan di Morotai. Jadi bahan baku dari pulau sekitar wilayah timur akan melalui Morotai, namun untuk Bitung juga ada KEK. Wilayah tengah dan juga Sumatera yang berada di Siantar, termasuk Jawa,” tuturnya.
Oleh karena itu penerbangan langsung dari Morotai ke luar negeri sudah diwacanakan. Terkait hal ini pernah dilakukan pertemuan antara Gubernur Maluku Utara dan Maluku, untuk membahas penerbangan langsung. Bisa jadi dari Morotai langsung ke Australia.
“Penerbangan dari Morotai ke luar negeri sudah diwacanakan, Jika investasi itu berjalan otomatis penerbangan sudah pasti ada untuk mempermudah kunjungan wisata,” paparnya.
Adanya investasi Jepang di Morotai, memunculkan kemungkinan akan dibangun smelter dan pabrik pengolah barang tambang, seperti yang sudah ada di Gebe dan Taliabu. “Kemungkinan besar mengarah pada sektor pertambangan juga, karena KEK Morotai itu salah satu tujuannya menunjang industri barang tambang,” ungkapnya.

Artikel ini dimuat di harian Posko Malut edisi Jumat, 27 Januari 2017, halaman 09.

No announcement available or all announcement expired.