WEKA
Perubahan Tarif PPh Pasal 22 Impor Sesuai dengan PMK 110/PMK.010/2018
September 13, 2018
Tampilkan semua

Bea Cukai Ternate Hadiri Undangan Komunitas Vape

               Sabtu, 15 September 2018 bertempat di Ompepa Coffee, Bea Cukai Ternate menghadiri undangan acara “Vape Meet Ternate Vapers” yaitu kegiatan yang mempertemukan komunitas Street Vapor Ternate (Ternate Vapers) sekaligus launching secara resmi Komunitas Vapor di wilayah Ternate dimana secara khusus mengundang Bea Cukai untuk dapat memberikan sosialisasi HTPL terkait cukai liquid vape.

               Undangan ini merupakan tindak lanjut dan respon positif dari sosialisasi Bea Cukai Ternate PMK 146 Tahun 2017 pada tanggal 29 Agustus 2018 lalu yang memang secara khusus ditujukan bagi para penjual liquid vape di seputar Ternate, yang mewajibkan cairan liquid vape rokok elektrik sebagai produk tembakau lainnya (HPTL) sebagai Objek Cukai baru dengan tarif cukai sebesar 57% dari harga jual ecerannya. Liquid vape tersebut harus dilekati pita cukai sebagai tanda pelunasan cukai paling lambat tanggal 1 Oktober 2018.

               Dihadiri oleh Kepala Kantor Musafak, Kepala Seksi PKCDT Yuyu Mulyana, Kepala Seksi KIP Soma Baskoro dan beberapa pegawai lainnya, dan tentunya puluhan komunitas Vape Rokok Elektrik dari wilayah Ternate bahkan juga beberapa wilayah lain di Maluku Utara seperti Morotai, Tobelo, Buli, dll yang meliputi para penjual vape, pemilik toko khusus vape, konsumen vape, serta para penggiat dan pemerhati vape dalam rangka persiapan diberlakukannya peraturan baru PMK 146 tahun 2017 tersebut.

               Acara dilakukan dengan pemaparan singkat mengenai latar belakang pengenaan Cukai HPTL dan garis besar pengaturan pengenaan Cukai dalam PMK 146 tahun 2017 dan dilanjutkan dengan dialog santai dan kekeluargaan. Beberapa pertanyaan dan kekhawatiran para pegiat vapor ini disampaikan kepada Bea Cukai Ternate secara antusias. Salah satu pertanyaan menarik adalah kenapa liquid Vape yang sudah dilekati pita cukai harganya cenderung lebih murah. Dari pihak Bea Cukai sendiri menanyakan mengenai berapa banyak penjual eceran di wilayah Maluku Utara khususnya Ternate, pasokan barang dari mana, dan bagaimana trend konsumen vape dibandingkan dengan rokok hasil tembakau biasa.

               Pada akhirnya Bea Cukai Ternate sangat terbantu dengan adanya pertemuan komunitas vape ini dan menyampaikan penghargaan setinggi2nya karena para konsumen dan penjual jadi mengerti dan tahu bagaimana membeli dan menggunakan liquid vape yang legal sehingga memberikan kontribusi bagi penerimaan cukai, dan jika ada liquid vape yang tidak dilekati pita cukai setelah 1 Oktober 2018 dianggap ilegal dan harus melaporkannya kepada petugas Bea Cukai.