WEKA
Bagi Sri Mulyani, Persoalan Ini Jadi Penyebab Rendahnya Setoran Pajak RI
November 24, 2016
Bea Cukai Ternate Adakan P2KP Mengenai Disiplin Pegawai
December 8, 2016
Tampilkan semua

Bea Cukai Ternate Hadiri Istighosah Keselamatan Bangsa & Negara

img_1512

Ternate (24/11) – Pagi ini di halaman Masjid Raya Al Munawar Kota Ternate digelar doa bersama untuk keselamatan bangsa dan negara, Dari Maluku Utara Untuk Keutuhan NKRI, yang diikuti oleh Gubernur Maluku Utara, TNI, POLRI, seluruh instansi pemerintah di Kota Ternate dan Lingkungan Provinsi Maluku Utara termasuk perwakilan dari Bea Cukai Ternate, serta masyarakat dan pelajar. Sejak sekitar pukul 7:30 WIT Gubernur Maluku Utara beserta rombongan telah hadir di lokasi acara. Salutnya, Gubernur Maluku Utara berangkat dari Kota Sofifi di Pulau Halmahera menuju Kota Ternate padahal pagi tadi cuaca sangat buruk, hujan lebat disertai angin kencang. Tapi, beliau tetap hadir, tidak diwakilkan, dan datang tepat waktu, memberikan sambutan yang berisi nasehat-nasehat dan orasi kebangsaan, serta bergabung berdoa untuk Indonesia.

KH. Abdul Ghani Kasuba, Lc. (Gubernur Maluku Utara) menyampaikan dalam sambutannya pagi ini:

“Jika terjadi sesuatu pada negeri ini, orang pertama yang akan ditanya Allah adalah saya. Saya menanggung dua dosa, sebagai pemimpin negeri (Gubernur) dan sebagai pemimpin umat (Ustadz). Kalau Pak Kapolda hanya menanggung satu dosa (karena beliau bukan Ustadz).

Tidak ada yang pantas dibanggakan atas jabatan, pangkat, dan kedudukan yang saat ini kita sandang. Karena kita semua akan mati. Apalagi jabatan gubernur, bupati, walikota itu semua jabatan yang disandang karena pilihan rakyat. Hakikat pemimpin adalah pelayan, melayani rakyat. Bukan minta penghormatan.

Siapa pun yang bersalah harus diberi sanksi. Sudah kita lihat orang-orang dihukum karena bersalah; Menteri, Gubernur, Walikota, Bupati, wakil rakyat, polisi … Semua (yang bersalah dihukum). Hukuman hakikatnya untuk membersihkan diri dari dosa kesalahan yang telah diperbuat. Boleh jadi orang dipenjara akan mengakhiri hidupnya dengan surga. Sedangkan kita yang tidak dipenjara, tidak dihukum, yang setiap hari sombong dan membanggakan kedudukan belum tentu beroleh surga. (Polisi-polisi di sebelah saya refleks merespon: “Masya Allah… Ya Allah… Allahu Akbar.”)

Sudah banyak bukti Allah kabulkan permohonan pemimpin yang berdoa bersama rakyatnya untuk bangsa ini. Contoh ketika musim kemarau panjang, lama tak turun hujan, Gubernur Jawa Barat meminta seluruh rakyat berdoa minta hujan, beliau juga memimpin sholat istisqo (sholat minta hujan, kepada Allah), belum sampai selesai doa dibacakan hujan turun dengan deras. Pagi ini kita berkumpul memohon kepada Allah agar bangsa dan negara kita Allah selamatkan. Insya Allah, doa-doa rakyat Allah kabulkan.”
__________

*Kota Ternate, 24 November 2016*
*Shiddiq Gandhi*

No announcement available or all announcement expired.