WEKA
Tarif Cukai Rokok Naik, Bea Cukai Bidik Setoran Rp 149 Triliun
January 10, 2017
Bea Cukai Amankan Ayam dan Ikan Beku Ilegal asal Malaysia di Entikong
January 10, 2017
Tampilkan semua

Bea Cukai Sebut Pola Peredaran Narkotika Di 2017 Berubah

bea-cukai-sebut-pola-peredaran-narkotika-di-2017-berubah_m_100480
JawaPos.com – Polri bersama Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta mengungkap peredaran narkotika jaringan internasional. Dari situ, terlihat adanya perubahan pola jaringan-jaringan narkotika di Indonesia.

Hal ini dibenarkan oleh Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi. “Dari kejadian ini, hal penting lainnya, pada awal tahun 2017 kita dikagetkan oleh perubahan pola,” kata dia di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (6/1).

Heru mengatakan, pola peredaran narkotika pada tahun 2016 sebelumnya dilakukan oleh kelompok-kelompok mafia Tiongkok dan Taiwan. Namun, pola tersebut kini berputar lagi. “Mereka ubah polanya, masuk secara langsung melalui bandara,” lanjut dia.

Heru juga mengimbau agar masyarakat bisa lebih berpartisipasi jika mengetahui informasi yang mencurigakan. Sebab, menurut dia, informasi sekecil apapun penting untuk bisa didalami.

Seperti diketahui, Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri dan Bea Cukai Soekarno-Hatta, Tangerang, ungkap kasus peredaran narkoba jaringan internasional yakni Nigeria-Tanzania-Malaysia-Indonesia. Para pelaku dibekuk pada Kamis, 5 Januari.

Pada penyergapan, polisi menangkap Kessy Lilian Venance yang merupakan kurir yang disuruh oleh Edward, warga negara Uganda yang tinggal di Malaysia. Kessy disuruh memberikan barang haram tersebut kepada warga Nigeria Chukwuebka Cornelius Ifeanyi dan Malachy Chiwetalu Ayogu.

Saat disergap, Cornelius dan Malachy melawan. Akhirnya, polisi mengambil tindakan tegas dengan menembak mati kedua tersangka.

Dari mereka disita barang bukti berupa 86 butir kapsul diduga berisi sabu total berat 610 gram. Satu bungkus ganja seberat empat gram, satu pasport WN Tanzania atas nama Kessy Lilian Venance, satu pasport WN Nigeria atas nama Ayogu Malchy Chiwetalu, dokumen UNHCR atas nama Chukwuebuka Chornelis Ifemy, satu buah telepon genggam dengan simcard nomor Tiongkok, satu buah ponsel hitam dengan simcard Tekomsel, dua tiket boarding pass, tas ransel hitan, tas wanita warna merah, uang tunai USD 500, CNY43, dan RM20.

Akibat perbuatannya, tersangka disangkakan Pasal 114 ayat 2 jo Pasal 132 ayat 2 Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman maksimal hukuman mati. Subsider Pasal 112 ayat 1 jo Pasal 13e ayat 2 Undang-undang RI nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup.
http://www.jawapos.com/read/2017/01/06/100480/bea-cukai-sebut-pola-peredaran-narkotika-di-2017-berubah

No announcement available or all announcement expired.